Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , , , , , , , , » MALAM INI JUMA'T KLIWON PEZIARAH MEMADATI TEMPAT WISATA RELIGI GROBOGAN

MALAM INI JUMA'T KLIWON PEZIARAH MEMADATI TEMPAT WISATA RELIGI GROBOGAN

Grobogan Metro Realita
Wisata religi makam  Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Tarub  ini terletak di Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan atau 10 kilometer dari jantung  kota Purwodadi.Kabupaten Grobogan.
Selain sebagai objek wisata religi, makam Ki Ageng Tarub  hari ini Jumat Kliwon (29/7) pukul 24.30 wib sangat ramai dikunjungi para peziarah dari  dalam kota maupun dari  luar kota  untuk ngalap berkah dan mengingat datangya kematian memahami adanya alam akhirat dan memperbaiki hati yang buruk.

Pada malam jumat kliwon ritual tradisi penduduk Grobogan dan peziarah dari luar kota  nampak memadati makam tersebut.Hal ini sebagai salah satu wujud rasa syukur dan penghormatan kepada Ki Ageng Tarub dan Kiageng Selo diwujudkan dengan cara menggelar doa dan tahlil tiap malam Jumat Kliwon .
Ki Ageng Selo diakui memiliki kesaktian yang dapat menangkap petir kemudian diabadikan dalam bentuk hiasan pintu kerajaan yang disebut dengan pintu "bledeg".Ki Ageng Selo merupakan cikal bakal yang menurunkan raja-raja di Pulau Jawa.serta Ki Ageng Tarub atau yang lebih dikenal dengan nama Jaka Tarub. Selain makam Ki Ageng Tarub yang berada di Desa Tarub, terdapat juga salah satu makam putra menantu Ki Ageng Tarub yang beristrikan dengan putri Ki Ageng Tarub yang bernama Dewi Nawangsih. Putra menantu yang bernama Ki Ageng Lembu Peteng atau Raden Bondan Kejawan merupakan putra Prabu Brawijaya V,
Selain Ki Ageng Selo dan Ki Ageng Tarub malam ini peziarah juga memadati makam Ki Ageng Getas Pedowo.Makam Ki Getas Pendowo terletak di Kuripan, Purwodadi tepatnya Belakang Kelurahan Kuripan Purwodadi 3 kilo meter kearah utara. Ki Ageng Getas Pandowo berputra tujuh dan yang paling sulung Ki Ageng Selo.Ki Ageng Getas Pendowo gemar bertapa di hutan, gua, dan gunung sambil bertani menggarap sawah. Dia tidak mementingkan harta dunia. Hasil sawahnya dibagi-bagikan kepada tetangganya yang membutuhkan agar hidup berkecukupan. Salah satu muridnya tercintanya adalah Mas Karebet/Joko Tingkir yang kemudian jadi Sultan Pajang Hadiwijaya, menggantikan dinasti Demak.(Bagus Murgan)

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

BERITA POLRI

BERITA TNI

NESTAPA

INFO BUNUH DIRI

KEJAHATAN KRIMINAL

BENCANA ALAM

KAPOLDA

KODAM IV DIPONEGORO

PARADIGMA

NASIONAL

LINTAS PERISTIWA

IKLAN PARIWARA

JUAL BELI

LOKER

BARANG DAN JASA

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...