Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , , , , , , , , , , , , , , » Dari Nol Menuju KM 7 Purwodadi Pati Langganan Banjir Karena Sampah & Bangunan Liar Menutup DAS

Dari Nol Menuju KM 7 Purwodadi Pati Langganan Banjir Karena Sampah & Bangunan Liar Menutup DAS

Malam ini ruas jalan Purwodadi Pati km 7 tergenang
Banjir Bandang yang disebabkan Sampah dan bangunan
Liar diatas Daerah Aliran Sungai Lusi.pukul 21 .25 WIB
Grobogan Metro Realita
Baru diguyur air hujan mulai Jum'at (20/1) pukul 14.30 WIB banjir sudah mencapai ketinggian 1,5 meter.Banjir yang tiba tiba menggenangi ruas jalan ,pemukiman penduduk dan
persawahan tepatnya DiDesa Ngabenrejo Dukuh Demangan Kecamatan Grobogan pada ruas Jalan  Purwodadi Pati KM 7.Banjir bandang tersebut  diakibatkan oleh Bayaknya bangunan di pinggir aliran sungai Perangkat desa Ngabenrejo Har (45) mengatakan."banyaknya bangunan di pinggir Kali Demangan mengganggu sistem drainase,terutama bangunan liar yang berdiri Depan SPBU Demangan Ngabenrejo sepanjang Jalan Getarejo ke arah Kecamatan Grobogan.Bangunan liar berdiri Permanen kelihatan kumuh dapat mengganggu pemandangan ,bahkan dibelakang bangunan merupakan Daerah Aliran Sungai yang dapat menyuplai air menuju kali besar lusi.Bangunan sepanjang Purwodadi pati banyak menjorok ke Jalan raya bahkan menyulitkan lajunya air.Bahkan kumuhnya dan rapatnya bangunan liar yang berdiri diatas tanah Binamarga Propinsi Jawa Tengah dinilai menyulitkan proses pengerukan sedimentasi.
Banyak sungai ditanam cor beton sampai ke dasar sungai dan dasar hingga menutup sungai secara permanen sehingga dasar sungai tidak dapat keruk.
Hal ini sungai sepanjang Getasrejo hingga Ngabenrejo tak dapat berfungsi secara normal. Lebih ironis sungai tersebut banyak sampah yang menumpuk sehingga menyulitkan pemeliharaan sungai," kata Kadus

Banjir dengan ketinggian 1,5 meter mengakibatkan lalu lintas macet dan banyak mobil yang terjebak di tengah jalan.Hingga sampai malam ini masih gerimis dan arus air banjir menuju sungai besar lusi terhambat karena banyaknya sampah dan bangunan liar.
Meski bendung klambu dibuka namun air banjir belum surut ditambah dengan hujan deras diwilayah utara Grobogan.

Hingga malam ini tidak ada korban jiwa akibat musibah banjir,namun kerugian yang dialami oleh pengendara kendaraan baik motor dan mobil cukup besar seperti laker pecah,mesin kemasukan air,dan kabel konseleting.
Jajaran lalu lintas Kepolisian Polres Grobogan malam masih menjaga keamanan dan ketertiban jalan untuk menanggulangi kemacetan dan mogoknya kendaraan dijalan.
Rahadi Santika Anggota LSM Info~Kom tokoh pengamat lingkungan mengatakan." Pemerintah Kabupaten Grobogan harus bisa menanggulangi daerah yang menjadi langganan banjir sehingga kedepan Grobogan bebas banjir dan bersih dari bangunan liar yang menutupi Daerah Aliran Sungai,serta upaya penangganan banjir harus dimulai dari pembersihan saluran sungai,karena pondasi dan bangunan kendala penghambat arus aliran air. Baik dari kendala bangunan liar, bangunan yang menganggu arus sungai maupun dari sampah dan sedimentasi dasar sungai,kami berharap pemerintah harus ada keberanian menghentikan bangunan liar diatas Daerah Aliran Sungai yang mengakibatkan banjir."ujar Santika (Bagus Murgan)

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

BERITA POLRI

BERITA TNI

NESTAPA

INFO BUNUH DIRI

KEJAHATAN KRIMINAL

BENCANA ALAM

KAPOLDA

KODAM IV DIPONEGORO

PARADIGMA

NASIONAL

LINTAS PERISTIWA

IKLAN PARIWARA

JUAL BELI

LOKER

BARANG DAN JASA

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...