Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , , , , , , , , » Ada Dugaan Kongkalikong Proyek Senilai 10,3 M,Sejumlah Warga & LSM Gerudug Alun Alun Purwodadi.

Ada Dugaan Kongkalikong Proyek Senilai 10,3 M,Sejumlah Warga & LSM Gerudug Alun Alun Purwodadi.

Jalan Dipenuhi Air Dan Tak Dapat Mengalir
Ke saluran pembuangan Drainase Alun Alun 
Grobogan Metro Realita
Molornya pekerjaan revitalisasi serta adanya penawaran pengembang yang tak memenuhi kulifikasi,maka PU Cipta Karya dituntut melakukan penelitian pekerjaan secara profesional dilapangan.
Alasan mundurnya
pekerjaan karena cuaca artinya pengembang tidak profesional.
Atas fenomena seperti ini diduga adanya kerjasama yang mengutungkan antara Pihak terkait dengan pengembang  kontraktor karena meskipun kondisi proyek amburadul tidak ada tindakan sanksi yang diberikan kepada kontraktor.
Peresmian proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi bernilai10, 4 miliard dilakukan oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni SH MM pada Selasa (31/1) pukul 07.00 yang dihadiri oleh beberapa pejabat SKPD Grobogan.
Setelah itu dilanjutkan dengan senam pagi joging oleh karyawan dari beberapa SKPD yang ada di Kabupaten Grobogan.
Sementara itu proyek ini mendapat banyak sorotan miring dari masyarakat dan berbagai LSM yang ada di Kabupaten Grobogan, disamping waktu pengerjaan yang tidak tepat alias molor, maupun hasil pengerjaannya yang dilihat secara fisik di sana-sini banyak kekurangan.
Menurut Pengamatan dan Hasil Tinjauan yang di lakukan sejumlah LSM Kabupaten Grobogan yang berkumpul didepan Pendopo Kabupaten Grobogan terdapat dugaan proyek mengalami gagal kontruksi.Sejumlah warga yang tergabung bersama Masayarakat dan LSM melakukan aksi protes terkait kerusakan alun alun  yang selesai diresmikan.Selain itu LSM menerima laporan dari masyarakat bahwa pengembang proyek tersebut diduga alamatnya tidak jelas.
Pukul 11.00 WIB Selasa (31/1) puluhan warga bersama LSM langsung Cek kondisi pekerjaan dilapangan ,namun saat melihat kenyataan dilokasi ditemukan banyak lantai dasar yang pecah dan pasangan tekel amburadul banyak yang mumbul.
Tepat pada hari rabu pagi LSM bersama warga meluapkan emosinya sambil menunjukkaan sejumlah titik kerusakan bangunan alun alun senilai 10,3 Milard yang baru diresmikan tersebut.
Warga bersama LSM menuding adanya permainan dan dugaan pembagian fee dalam proyek refitalisasi alun alun Purwodadi.
Dilapangan sambil menunjukkan kondisi pekerjaan revitalisasi yang baru selesai diresmikan Mahfud LSM TIPIKOR Jawa Tengah mengatakan."Proyek Revitalisasi Alun Alun merupakan proyek yang gagal karena proses pekerjaanya terlihat amburadul,banyak sekali terlihat paving pecah,lantai dasar retak dan tidak rata kurang pemadatan masih ambles."ungkap  Mahfud kecewa

Sementara Sutrisno Ketua koalisi Masyarakat Hijau Grobogan ditengah kerumunan warga dan LSM Grobogan mengungkapkan mosi tidak percaya kepada pihak pengembang."saya sudah melakukan somasi keberadaan lokasi PT.Aditya Mulia Pratama yang beralamat di Wonosobo ternyata tidak ada,karena surat somasi yang dikirimkan ke PT tersebut tidak sampai ke tujuan dan selalu kembali ke alamat pengirim.Setelah saya lakukan cek mendatangi lokasi tersebut ternyat nama dan alamat PT tersebut tidak jelas.
Surtisno menuding adanya kecerobohan Dinas Cipta Karya yang kurang selektif dalam memilih pengembang yang mengerjakan proyek revitalisasi alun alun Purwodadi.
Saat Alun alun digrudug oleh berbagai LSM Grobogan,dihadapan Pers Sutrisno mengkritisi adanya penataan ruang taman hijau yang tidak sesuai pada tempatnya,adanya tenda fiber warna putih yang berfungsi sebagai tempat duduk dan santai justru ditanami berbagai macam tanaman sehingga tanaman tak akan mendapat sinar matahari.
Banyak lantai dasar saat musim hujan airnta tak mengalir sehingga banyak tandonan air dari berbagai lokasi.
Pekerja Proyek dinilai sangat lamban dalam perhitungan yang semestinya selesai pada pertengahan bulan Desemver 2016 dan molor hingga baru diresmikan akhir Januari 2017.Pihak Dinas Cipta Karya hingga sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait amburadulnya proyek revitalisasi alun alun purwodadi.Sementa warga dan LSM Grobogan mengancam akan melaporkan ke pihak terkait jika tidak segera dilakukan perbaikan."saya masih banyak penemuan yang lainya terkait kejanggalan serta kondisi dilapangan permaianan proyek revitalisasi yang gagal kontruksi.."imbuh sutris
Kondisi proyek mengalami gagal kontruksi karena baru diresmikan sudah retak dan lantainya mumbul,Kemiringan pasangan landasan kurang sehingga terjadi genangan ngendon,
Ketebalan landasan kurang kuat sehingga banyak terkelupas tekel ,lapisan pasir kurang kuat serta campuran semen pada pondasi bagian atas sebelah pinggir mengambang,
Pada pondasi bawah tidak diberi pipa penyerapan air sehingga saat hujan tanah galian c tak dapat terserap berakibat terjadi genangan ngendon,dibawah Penanaman ketebalan rumput sebelumya kurang pemadatan sehingga masih gembur dan tidak tahan lama,Pengembang belum memastikan kekuatan pekerjaan,tanah urugan sebagian dicampur dan diambilkan dari tanah yang belum di uji lab,galian c di katekan brati tidak termasuk lab dan daftar kuwari urugan revitalisasi alun alun purwodadi,seharusnya diambilkan dari lokasi galian c yang masuk kuwari sehingga kondisi alun alun akan kuat dan tahan lamal sehingga tidak ambles.
Penataan lantai dasar amburadul banyak menggembung keatas dan tidak siku,tiang bendera masih ada jogangan kurang sempurna
Menurut saya masih kurang dan sangat jelek sekali."ungkapnya
Terkait permasalahan diatas LSM Grobogan telah melayangkan surat permohonan klarifikasi namun yang ditujukan kepada PT tersebut namun tak pernah mendapatkan jawaban tertulis maupun lesan,bahkan somasi selalu kembali tak ditemukan alamat tetsebut.Atas kelalaian Pihak pengembang yang tak menanggapi somasi LSM dalam waktu dekat warga dan LSM Grobogan akan melayangkan Surat Somasi yang ke 6 kali dan apabila masih tidak ada tanggapan dirinya bersama massa akan melakukan aksi damai turun kejalan.
Sutris mengatakan." ketika pihak pemborong disomasi oleh LSM dengan melaui pos ke kantor rekanan PT.Aditya Mulya Pratama yang beralamat di Wonosobo Jalan Banyumas KM 6 Selomerto RT 3 RW 1 Selomerto Wonosobo Jawa Tengah tersebut tidak ada, surat tersebut kembali ke alamat pengirim,setelah dilakukan klarifikasi tidak ditemukan alamatnya. (Bagus Murgan)

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

BERITA POLRI

BERITA TNI

NESTAPA

INFO BUNUH DIRI

KEJAHATAN KRIMINAL

BENCANA ALAM

KAPOLDA

KODAM IV DIPONEGORO

PARADIGMA

NASIONAL

LINTAS PERISTIWA

IKLAN PARIWARA

JUAL BELI

LOKER

BARANG DAN JASA

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...