Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , , » Sidang Kasus Pengroyokan Yang Menewaskan Satu Orang Digelar Di PN Purwodadi Di Warnai Amukan Masa Yang Kecewa Atas Vonis Hakim

Sidang Kasus Pengroyokan Yang Menewaskan Satu Orang Digelar Di PN Purwodadi Di Warnai Amukan Masa Yang Kecewa Atas Vonis Hakim

3 Pelaku Divonis 8 Tahun Penjara Kasus Pengroyokan Yang Mencabut Nyawa Seseorang
Grobogan Metro Realita Cyber
Awalnya sepi mencekam,namun suasana menjadi geger gember.Beruntung pasukan Dalmas Polres Grobogan dari ruang sidang hingga jalan raya yang dipimpin langsung oleh kasat sabhara
AKP Lamsir SH berhasil meredamkan suasana ini.Apapun bisa terjadi di ruang pengadilan termasuk aksi lempar uang dan memporak porandakan kursi sidang. Kejadian unik ini terjadi di Pengadilan Negeri Kabupaten Grobogan.

Keluarga Korban Tak terima atas vonis Hakim PN Purwodadi
Saat Hakim Cyrilla Nur Endah SH MH.menjatuhkan hukuman penjara 6 tahun kepada 3 orang tersangka pengroyokan yang menewaskan seorang korban.

Keluarga Korban Ribut Saat Proses Persidangan Beruntung Pasukan Dalmas Polres Grobogan Yang dipimpin oleh AKP Lamsir berhasil menggiring hingga ke Depan Pintu PN Purwodadi
Tapi vonis hukuman hanya 8 tahun itu tak dikehendaki oleh keluarga korban sehingga terjadi keributan terjadi diruang sidang.Untunglah hakim ,panitera dan jaksa bergerak cepat sehingga dirinya terhindar dari amukan ini.

Keluarga korban Anang Tri Hidayat (24) kasus pengroyokan yang menyebabkan matinya seseorang adalah warga Desa Menduran Kecamatan Brati sudah memadati jalan R.Suprapto Purwodadi ,dan sebagian masa masih berada di Parkiran Gedung PN sedangkan yang lainya sudah masuk ikut menyaksikan vonis pelaku di dalam ruang sidang.

Sidang putusan kasus Pengroyokan yang di gelar di Pengadilan Negeri Purwodadi tepat pada Senin (30/4)2018 pukul 10.00 WIB dengan Jaksa penuntut umum  Sri Wishnu Respati S.Kom,S.H.MH.Dan Hakim Langsung Ketua Pengadilan Negeri Purwodadi Cyrilla Nur Endah SH MH.menghadirkan 3 pelaku  hingga pukul 10.25 WIB sudah memasuki gedung Pengadilan Negeri dengan menghadirkan alat bukti lainya sedangkan 1 pelaku adalah anggota TNI belum hadir.
3 pelaku yang hadir dalam persidangan adalah Untung Prastyo Alias Nur Bin Padmo,Dwi Yudha Bin Wignyo,Dwi Ariyanto Bin Suwardi.

Sidang yang di gelar di PN Purwodadi tersebut adalah sidang putusan kasus pengroyokan yang mengakibatkan  Anang Tri Hidayat,warga Desa Menduran, Brati tewas dikeroyok oleh empat orang di pertigaan jalan Kauman tepat Jalan MT Haryono Purwodadi.

Hakim PN Purwodadi yang dipimpin oleh Ketua PN Cyrilla Nur Endah SH MH memutuskan 8 tahun penjara dan tuntutan sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut umum 8 tahun.

Antara tuntutan dan putusan sama,inilah mengakibatkan keluarga korban yang mengikuti persidangan langsung menjerit histeris dan berteriak minta pelaku di hukum seumur hidup.

Dengan putusan ringan ini keluarga korban  tidak menerima karena tidak akan menimbulkan efek jera terhadap pelaku.Keluarga korban meminta dalam mengambil putusan hakim memutus pemidanaan harus sesuai rekuisitor penuntut umum. Meskipun Hakim memiliki kebebasan untuk menentukan pemidanaan sesuai dengan petimbangan hukum dan nuraninya.
Sehingga keluarga korban dalam putusan ini bisa banding ketingkas yang lebih atas.

Dalam vonis tersebut Keluarga korban kecewa dan mengejar 3 orang pelaku hingga akan membakarnya saat usai sidang dan naik mobil tahanan.

Mereka tidak terima dengan putusan hakim Pengadilan Negeri Purwodadi yang menvonis terdakwa 8 tahun penjara.

Istri korban yang meninggal menjerit ,"bagaimana dengan anak ini bapaknya meninggal dikeroyok dan mati saya tidak puas putusan ini,"jelasnya

Pihak keluarga menuntut pelaku harus dihukum berat.Sebab dinilai lalai saat mengroyok suaminya hingga mati sudah direncanakan.

Sontak depan pintu masuk  Pengadilan Negeri Purwodadi dipenuhi dengan ribuan masa.
Sejumlah keluarga korban juga sempat menangis.Mereka melampiaskan kekecewaan atas putusan hakim yang tidak menghukum berat pelaku.

Pengacara Korban Anang Tri Hidayat yang meninggal dalam kasus Pengroyokan mengatakan."Kami Slamet SH, dalam kejadian ini korban anang dikeroyok dan diserang pada bagian vital yang mengarah kepada nyawa,kami mendesak Kejaksaan Negeri Purwodadi untuk banding dalam putusan tersebut karena penetapan pasal  170 KUHP adalah kesalahan fatal,seharusnya menggunakan pasal 3311 KUHP bisa menjerat para terdakwa,kami akan langsung ke komisi kejaksaan bila ada pelanggaran kode etik biar diproses lansung ke komisi kejaksaan (Gus Murgan)

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...