Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , » Demo Di Dinas Lingkungan Hidup Gara Gara Bau Busuk Dan Lalat Hijau Bertebaran Di Pemukiman Warga Klambu

Demo Di Dinas Lingkungan Hidup Gara Gara Bau Busuk Dan Lalat Hijau Bertebaran Di Pemukiman Warga Klambu

Demo Di Dinas Lingkungan Hidup Gara Gara Bau Busuk Dan Lalat Hijau Bertebaran Di Pemukiman Warga Klambu
Grobogan Metro Realita Cyber
Sekitar 80 warga Dusun Keyongan Rt 02 Rw 05 dan Rt 03 Rw 05 Desa Penganten Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan pagi ini Selasa (18/9)2018 gruduk kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan.
Warga menghendaki agar
berdirinya kandang ayam yang sudah berdiri sejak 1 tahun lalu  menimbulkan bau tidak sedap segera ditutup karena ilegal.

Pemilik Kandang ayam beserta warga Keyongan Klambu karena belum menemukan titik terang akhirnya mediasi di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan.

Hadir dalam acara tersebut,Kepala Desa Keyongan  Klambu Muhamad Junaidi,Pemilik Kandang Ayam Suwito,Tim Kecamatan Klambu,Dinas Lingkungan Hidup,Dinas Peternakan,Kepala Satpol PP Bambang Panji yang diwakili oleh Sujio,Dinas Perekonomian,Dinas Penanaman Modal,Dinas Perijinan Kabupaten Grobogan dan bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Grobogan

Dalam mediasi bersama warga bertempat di aula Lingkungan Hidup tersebut Kepala Dinas Peternakan drh.Riyanto yang diwakili oleh Kasi Sarpras Iyoso menjelaskan."Kami dari dinas hingga saat ini tidak mengetahui keberadaan kegiatan pendirian kandang ayam.seharusnya sebelum kandang ayam dibangun harus ada ijin lebih dulu,sehingga tidak menimbulkan konflik dilapangan terhadap warga.Sehingga dinas peternakan sebelum kandang berdiri akan segera mengevaluasi kemudian akan dilanjutkan ke Dinas Penanaman Modal.Saya simpulkan permasalahan pendirian bangunan kandang tersebut tentang permohonan,rekom ,ijin tidak ada.Sampai saat ini kami belum bisa detail evaluasi  permasalahan terbitnya ijin, gangguan kepentingan umum dan persetujuan lingkungan masyarakat yang meliputi aturan dalam radius 1 kilometer dari lingkungan ,ijin HO dan jarak 200 meter dari pemukiman warga.Saya sampai saat ini  belum menerima berkas ijin."Jelas Iyoso.

Pemilik Kandang Ayam Suwito dalam mediasi tersebut menjelaskan."saya mohon maaf sebesar besarnya terhadap warga Dusun Keyongan Desa Penganten Klambu,karena selama ini saya mendirikan kandang ayam yang setahun lebih sudah mengganggu warga,karena akibat yang ditimbulkan dari kandang ayam ada bau yang menyengat ,dan saya berjanji akan memperbaiki kandang ayan dengan cara menutup cerobong.Serta akan membuat jalan  sendiri di tanah milik perhutani agar truk bisa lewat.Semoga dalam mediasi ini dapat menemukan titik terang ,sekali lagi saya minta maaf sebesar besarnya karena keterbatasan tentang ijin,sebab saya juga pengusaha baru.Awalnya saya punya kandang 1 dan tidak ada permasalahan antara warga,Namun setelah saya dapat pinjaman modal kemudian menambah 1 lagi lokasi kandang ayam.Anehnya jelang lebaran warga mengeluh karena bau tak sedap dari kandang ayam yang baru berdiri tersebut.Kemudian saya melakukan antisipasi agar bau tak sedap tersebut tidak masuk kerumah warga dengan cara menutup kerodong.Untuk jalan yang dilalui sudah ditutup warga maka saya akan lewatkan ke jalan tanah milik perhutani,karena saya dalam tekanan tiba tiba jalan ditutup.Padahal saya bayar listrik 35 juta/bulan serta memperkerjakan warga setempat.Pada saat jalan ditutup dan saya tak bisa membawa ayam kemudian saya mendatangi satu persatu rumah untuk minta maaf.Saya juga sudah menjelaskan pada warga karena cerobong rusak akhirnya menimbulkan bau tak sedap.Saya berjanji untuk meninggikan cerobong tersebut.Kepada warga Rt 02 dan Rt 03 serta lurah dan perangkat desa mohon maaf bila saya salah siap monggo dijembatani dan berjanji akan membuat senyaman mungkin.Saya berjanji sekali panen 5 juta untuk lingkungan ,karena ternak ayam ini adalah satu satunya nafkah hidup saya,karena dulu usaha mebel dan lele bangkrut."Jelas Suwito.

Sekitar 80 warga yang hadir dalam orasi tersebut mengatakan."warga ingin dibongkar saja kandang ayam tersebut karena selain bau busuk yang menyengat masuk ke pemukiman juga banyak laler (lalat red) hijau,"kandang ayam harus segera ditutup karena belum mengajukan ijin pendirian, usaha di hentikan dulu setelah pemiliknya mengurus persyaratan baru ditindak lanjuti.

Kepala Desa keyongan Muhamad Junaedi mengatakan."mediasi
pada 31 agustus diketemukan pemilik kandang dengan warga Rt 02 dan Rt 03 dusun Keyongan di balai desa Penganten Kecamatan klambu terkait Kandang ayam menimbulkan bau yang tak sedap karena tak memiliki ijin legal.Bahkan Kandang ayan beroperasi lagi ,sehingga permohonan warga keongan 26 juli 2018 untuk segera di tutup.Karena tidak ada tindak lanjut pada bulan juni juli dan agustus hingga memutuskan ke Perijinan dan ke Lingkungan Hidup.Mediasi 28 juli hasil laporan sudah dikirim ke  kecamatan,karena kecamatan tidak ada temu dan kami langsung ke LH,
Untuk masalah surat kami sebagai kepala desa,kalau membuat pengantar untuk usaha tetap kami kasih,namun juga harus sampai Kabupaten agar lebih terarah, Dari Kecamatan kami sudah menentukan mediasi 28 juli ,7 september,mediasi 1 dan 2 ,namun masyarakat menghendaki kandang ayam minta ditutup.Sampai hari ini warga dan pemilik kandang ayam sudah melakukan mediasi karena belum ada titik temu,akhirnya saya bawa ke tingkat Kabupaten."ungkap Muhamad Junaidi.(Bagus Murgan)

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...