Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , , » Geger Gember Peserta Ekonomi Kreatif Protes Karena Tak Mendapatkan Sertifikat Dari Bekraf

Geger Gember Peserta Ekonomi Kreatif Protes Karena Tak Mendapatkan Sertifikat Dari Bekraf

Geger Gember Peserta Ekonomi Kreatif Protes Karena Tak Mendapatkan Sertifikat Dari Bekraf
Metro Realita Cyber
Penjualan online dan memberikan pelaku ekonomi kreatif berjualan lewat onlline bertujuan agar produk lebih dikenal dan mudah untuk menjual dan membelinya.
Ketua Komisi X DPR RI Djoko
Ujianto memberikan motivasi kepada pelaku ekonomi kreatif Grobogan di Balroom Firdausia Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Sekitar 211 pelaku ekonomi kreative diajarkan cara memasarkan produk lewat penjualan online di Balroom Firdausia Kyriad Grand Master Hotel Purwodadi, pada sabtu siang (8/9) pukul 08.30 WIB.

Kegiatan yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf )tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi X DPR RI Djoko Ujianto dan Masdin Simarmata penasehat Bekraf pusat.

Dalam Kesempatan tetsebut Djoko Ujianto mengatakan, ekonomi kreatif beda dengan UKM,sebab, ekonomi mempunyai kualitas lebih bukan hanya kuantitasnya saja,dimana ekonomi kreatif bisa bersaing dalam kualitas dan tampilan.Kami mendukung untuk penggerak ekonomi kreatif dan difisilitasi permodalan perbankan,target ekonomi kreatif 2019 sebesar Rp 300 triliun setahun,”ungkapnya

Sementara itu, Masdin Simarmata penasehat Bekraf pusat mengatakan, tujuan workshop pelatihan bekraf untuk mengenalkan bagaimana produk ekonomi kreatif melalui jalur online. Maka didatangan penjualan shofe.Dimana serapan shofe ada di produksi Grobogan,semakin banyak jualan ke online maka semakin untuk dan pemasuk bertambah. Maka secara otomatis produk akan berkembang. Sampai sekarang sudah ada 16 ribu pelaku ekonomi kreatif di Indonesia,”jelasnya.

Namun di akhir acara Bekraf ada beberapa peserta pelaku ekonomi kreatif yang kecewa dan menyesal mengikutinya. Pasalnya sertifikat yang dibagikan oleh pihak panitia hanya 200 sedangkan peserta membludak hingga 211. Akibatnya beberapa peserta sempat protes dan menanyakan kepada pihak panitia.

Seperti ibu tri peserta bernomer 207  yang sejak pagi mengikuti acara brekfas tersebut, menyayangkan kepada pihak panitia, hanya karena nomer peserta 200 lebih ibu tri tidak mendapatkan sertifikat yang diinginkanya.
"Saya menunggu dari pagi tidak dapat apa-apa sampai sore jam 5 .Saya kecewa kepada pihak panitia harusnya pihak panetia menghargai. Setidaknya diberi sertifikat Walaupun tidak mendapatkan akomodasi saya tidak papa. "Ucapnya.

Bahkan ada beberapa peserta pelaku ekonomi kreatif yang nomernya 174, 176 dan 80 juga tidak mendapatkan sertifikat serta akomodasi. Seperti halnya ibu Diana ernawati yang jauh-jauh datang dari kecamatan wirosari, Kabupaten Grobogan. Sama halnya dengan ibu tri peserta yang satu ini juga sangat kecewa kepada pihak panetia penyelengara karena tidak konsekuen, pasalnya nomer pesertanya 174 namun juga tidak mendapatkan sertifikat dan akomodasi.

"Saya sudah tanda tangan menunggu dari pagi sampai sore, jauh-jauh dari wirosari nyampai sini gak ada artinya. Nomer saya 174 namun gak dapet sertifikat hanya sempat keluar sebentar dan ada yang harus saya selesaikan. "Jelasnya

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...