Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , , , , , , » Pengajian Akbar Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya Bertema."Hidup Ditengah Perbedaan Jika Saling Mengenal Tidak Lagi Ada Perbedaan

Pengajian Akbar Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya Bertema."Hidup Ditengah Perbedaan Jika Saling Mengenal Tidak Lagi Ada Perbedaan

Pengajian Akbar Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya Bertema."Hidup Ditengah Perbedaan Jika Saling Mengenal Tidak Lagi Ada Perbedaan
Grobogan Metro Realita Cyber
Tepat Rabu (30/10)2018 pukul 13.00 WIB Kirab 1000 bendera
dari makam Ki Ageng Getas Pendowo menuju Alun alun Purwodadi berjalan tertib dan lancar.
Polisi Lalu lintas Polres Grobogan mengatur jalanya kendaraan dari makam Ki Ageng Getas Pendowo Kelurahan Kuripan menuju Jalan Bhayangkara Kelurahan Purwodadi.

Pukul 21.00 WIB setelah sampai di Alun alun Purwodadi dilanjutkan dengan acara Sholawat Jawa oleh Habib Bahaudin Luthfi Bin Yahya yang dilanjutkan Deklarasi Kebangsaan dan Pengajian Akbar yang disampaikan oleh Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya.

Pukul 22.00 WIB Bupati Grobogan Hj.Sri Sumarni SH.MM mengatakan."mari kita menggelorakan semangat kebangsaan ,bangsa indonesia terdiri dari suku bangsa budaya,Indonesia adalah anugerah Allah termahal di muka bumi ini.Negara kepulauan ini terbentang luas antara benua Australia dan Asia dalam gugusan terpanjang, yang iklimnya sangat ditentukan oleh angin musim.Kekayaan alam Indonesia sungguh luar biasa dan merupakan bentangan nikmat Tuhan yang tak berbilang.Seluruh warga bangsa wajib dituntut tanggung jawabnya dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara-bangsa yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, maju, adil, dan makmur sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa. Lebih-lebih bagi para pemimpin bangsa selaku pemangku amanat utama bangsa dan negara.“Indonesia adalah identitas sebuah bangsa yang majemuk, yang dalam kepusparagamannya telah membentuk diri menjadi satu  Bhineka Tunggal Ika.Indonesia adalah anugerah Allah termahal di muka bumi ini menjadi negara-bangsa yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, maju, adil, dan makmur sebagaimana cita-cita para pendiri bangsa.Sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 itu merupakan nilai-nilai dan landasan konstitusional yang harus menjadi pijakan, bingkai, dan orientasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan negara sekaligus dan seluruh komponen bangsa sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut jelas dasar, arah,  dan cita-citanya untuk menjadi misi dan visi nasional sepanjang masa.Agama dan umat beragama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara Indonesia, sehingga keberadaannya menyatu dengan jatidiri “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.Dibelakangya berdiri Tni Polri,Tokoh Agama,Kyai yang melanjutkan keutuhan Indonesia.Kami berharap agar para pemuda melanjutkan perjuangan Pancasila agar tetap utuh dalam bingkai NKRI,dari bheneka tunggal ika untuk mewujudkan kesatuan."Jelas Bupati Grobogan.

Pukul 23.00 WIB acara dilanjutkan dengan Menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia    Raya kemudian dilanjutkan oleh  Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq membacakan text pancasila yang ditirukan semua umat muslim dan ribuan banser Kabupaten Grobogan.

Dalam dakwahnya Pengajian Akbar yang disampaikan oleh Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya mengatakan."asallamualaikum Wr WB kami mengucapkan salam kepada semua yang hadir.
Jika saat ini kita merasa, diri kita paling benar, maka mulailah membuka diri dengan saling mengenal orang lain. Dan jika kita seorang muslim, saling mengenal antar sesama justru dianjurkan.Itulah yang kemudian dikenal dengan istilah silaturahmi.Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.Karena keragaman itulah, manusia dianjurkan untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Dengan saling mengenal, diharapkan akan ada pemahaman bahwa meski manusia itu pada dasarnya berbeda.Meski semua manusia diciptakan dari tanah, tapi perilaku, budaya, suku, bahkan negaranya juga berbeda-beda. Dan dalam upaya untuk saling mengenal itu, tidak dianjurkan ada rasa merasa benar sendiri. Tidak dianjurkan pula ada kebencian dalam diri.
Dalam proses saling mengenal ini, semuanya mempunyai kedudukan yang sama. Bahwa secara kedudukan sosial mungkin bisa saling berbeda. Ada kaya dan miskin, ada pintar ada setengah pintar, atau perbedaan yang lain.Karena itu, dalam upaya saling mengenal, juga tidak boleh ada perasaan paling kaya, paling pandai, atau paling yang lain.Sebuah sikap yang bisa mengendalikan diri. Sikap yang bisa mengendalikan amarah. Dan perjuangan manusia sejatinya adalah melawan diri sendiri dan hawa nafsu.
Jika masih ada kebencian antar manusia, maka mereka belum saling mengenal satu dengan yang lainnya. Namun jika sudah saling mengenal, semestinya mereka tidak lagi mempersoalkan perbedaan. Karena sejatinya Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda.Bahkan segala yang melekat pada diri manusia penuh dengan perbedaan.Dari ujung rambut hingga ujung kaki, mempunyai bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Apa jadinya jika tangan dan kaki saling bertengkar. Apa jadinya jika telinga dan mata bertukar posisi, tentu akan membuat segalanya tidak terkendali.
Sebagai pribadi yang beriman, tidak saja harus mengakui keberadaan Tuhan, tapi juga harus meyakini keberagaman yang ada sebagai sunatullah. Sebagai pribadi yang beriman, tidak bisa merusakan tatanan kehidupan sosial, yang telah saling menghargai dan tolong menolong antar sesama. Juga tidak boleh merasa benar sendiri, menebar kebencian dan melakukan tindak kekerasan. Karena itulah, saling mengenallah satu dengan yang lain agar kita sadar, bahwa kita sebenarnya hidup ditengah-tengah perbedaan dan keberagaman.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Melahirkan kultur yang berbeda pada perkembangkan semakin ketat ,akan menciptakan untuk saling mengenal,tahu hidung yang macung mata yang sipit,ditinjau dari budaya mampukah kita saling mengenal,mengerti kekurangan.Kalau sudah mengenal dan mengerti sehingga dapat saling melindungi,menjadi perekat bangsa perekat umat.kita hargai dan menjunjung tinggi."jelas Maulana Habib Lutfhi Bin Yahya (Gus Murgan)

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

BERITA POLRI

BERITA TNI

NESTAPA

INFO BUNUH DIRI

KEJAHATAN KRIMINAL

BENCANA ALAM

KAPOLDA

KODAM IV DIPONEGORO

PARADIGMA

NASIONAL

LINTAS PERISTIWA

IKLAN PARIWARA

JUAL BELI

LOKER

BARANG DAN JASA

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...