Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Ketrampilan    Hiburan    Lintas Pantura    Kuliner    Wisata Grobogan   
Home » , , , » Pamit Ngarit Yanto Warga Sugihmanik Tanggungharjo Malah Ngendat Gantungdiri Dipohon Trembesi

Pamit Ngarit Yanto Warga Sugihmanik Tanggungharjo Malah Ngendat Gantungdiri Dipohon Trembesi

Pamit Ngarit Yanto Warga Sugihmanik Tanggungharjo Malah Ngendat Gantungdiri Dipohon Trembesi
Grobogan Metro Realita Cyberthug
Widiyanto tewas tergantung di Pohon Trembesi di ladang
jagung milik Siti Aisyah (42) warga Dusun Tegalrejo Rt 05 Rw 01 Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten  Grobogan Jawa Tengah.

Korban adalah Widiyanto Budiyanto Bun Pujiono (36) warga Dusun  Ngembellor Rt 03 Rw 05 Desa Tanggungharjo Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan meninggal dunia gantung diri.

Mulanya seperti biasanya berangkat dari rumah saksi Siti Aisyah Binti DasuwiI (50) warga Dusun Kauman Rt. 03  Rw 02 Desa  Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan berangkat menuju ke ladang jagung miliknya pada Minggu pagi (20/1)2019 pukul 08.30 Wib,Namun setelah sampai di ladang tersebut Saksi Siti kaget melihat tubuh seseorang yang sudah tergantung di pohon trembesi di ladang miliknya.

Setelah didekati dan melihat ada sosok laki laki kemudian Siti berteriak sekuat tenaga minta tolong kepada warga terdekat.

Mendengar jeritan Siti kemudian datang warga setempat dan Perabgkat Desa Muslimin Bin Mukti (54) Warga Dusun Kauman Rt 03 Rw 02 Desa Sugihmanik Kecanatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan.

Kemudian warga yang dibantu perangkat Desa mendekati jenazah korban setelah  memastikan siapa yang tergantung, dan ternyata warga mengenali korban yang tergantung.

Kemudian warga datang ke rumah keluarga korban untuk memberitahu bahwa Korban tergantung di Dahan Pohon Trembesi yang berada di ladang miliknya dan dengan kondisi sudah tidak bergerak.

Sementara itu saksi lainya dibantu perangkat Desa menghubungi Kades Sugihmanik bahwa ada laki-laki.Mendengarclaporan warga Kades Sugihmanik Imam Santoso Bin Atmo Harjono lanngsung ke Polsek Tanggungharjo untuk melaporkan kejadian tersebut.

Gerak cepat kemudian 4 petugas PolsekTanggungharjo dipimpin KSPK II Bripka Panji Irawan dan anggota lainya mendatangi lokasi kejadian bersma Dr. Ekayanti Lusiana beserta petugas dari Puskesmas Tanggungharjo dan Team INAFIS Polres Grobogan langsung melakukan Identifikasi dan Visum Et Repertum,dan evakuasi serta menyatakan bahwa korban tidak terdapat tanda- tanda penganiayaan.

Setelah melakukan olah TKP,kemudian memasang Police Line dan bersama warga melakukan evakuasi terhadap korban ke rumah duka.Sampai dirumah duka petugas mencatat saksi saksi dan dinyatakan korban meninggal dunia dengan cara gantung diri sejak 2 hari yang lalu.

Kondisi tunuh korban lidah menjulur keluar, terdapat bekas jeratan di leher, kedua mata tidak tertutup sempurna,dari mulut keluar belatung, Penis dan kedua skrotum membengkak sebesar telor angsa, Kaki kanan dan kiri kehitam-hitaman, pinggang berwarna keabu-abuan, anus mengeluarkan kotoran yang sudah mengering, pada penis mengeluarkan sperma yang sudah mengering dan tercium bau busuk.

Korban tergantung di pohon trembesi dengan ketinggian dari tanah sampai ujung tali atas yang terikat di Dahan pohon setinggi 464 Cm, jarak antara tanah sampai ujung kaki setinggi 237 Cm, panjang tali yang terikat di ranting pohon hingga ke leher korban setinggi 64 Cm menggunakan tali rafia rangkap 3,dan tinggi korban 163 Cm.

Berdasarkan keterangan ayah kandungnya bahwa korban memiliki keterbelakangan mental.Mulanya pada hari Jumat tanggal 18Januari 2019 korban meminta uang Rp 5.000,- (Lima Ribu Rupiah) pada ibu kandung korban, karena ibunya tidak memiliki uang, maka diberi uang oleh ayahnya Rp 4.000,- (Empat Ribu Rupiah).Kemudian pukul 15.00 WIB, korban berpamitan untuk mencari rumput di ladang dengan memakai kaos oblong putih dan celana pendek.Namun hingga pukul 17.00 WIB, korban belum pulang ke rumah, kemudian ayahnya mencari ke ladang hingga ke pasar Tanggungharjo, Stasiun Tanggungharjo dan ke rumah keluarga terdekat serta para tetangga, namun tidak ada satupun yang mengetahui dan melihatnya.
Sampai akhirnya pada hari ini  Minggu, tanggal 20 Januari 2019 sekitar jam 09.00 WIB, ayah korban mendapat berita dari warga bahwa anaknya meninggal dunia berjarak 1 Km dari rumahnya ke arah utara dari lapangan sepak bola Desa Sugihmanik

Barang bukti yang berhasil diamankan tali rafia rangkap 3 warna hitam dan hijau,dengan panjang 64 Cm.Korban gantung diri diduga karena Korban Depresi dan sebelumnya korban mempunyai riwayat keterbelakangan mental.Jenazah kemudian dikembalikan pada keluarganya untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Sugihmanik Tanggungharjo (Gus Murgan)

SHARE :
CB Blogger

Head Line Metro Realita

 
Copyright © 2015 Metro Realita News. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...